Home » » BPJS Kesehatan Belum Sentuh Suku Anak Dalam (SAD) Di Jambi

BPJS Kesehatan Belum Sentuh Suku Anak Dalam (SAD) Di Jambi



 The Jambi Times – Jambi – Program Pemerintah Pusat soal pelayanan penjamin kesehatan untuk masyarakat yang di sebut dengan Badan Penyelenggaran Jaminan Sosoial(BPJS-Kesehatan)belumlah tersentuh khsusunya bagi suku anak dalam(SAD),program ini rupanya BPJS tidak langsung turun tangan untuk mendapatkan prosedur administrativ,petugas BPJS hanya menerima berkas yang di berikan berdasarkan Surat Keputusan(SK)dari Pemerintah seperti Walikota,Bupati. 

 Menurut petugas BPJS Provinsi Jambi Kepala bagian pemasaran,Sri mengatakan kepada The Jambi Times,beberapa waktu lalu(01/2014),masalah program BPJS untuk Suku Anak Dalam(SAD),Kami hanya menerima SKnya saja dari Pemerintah masing-masing,apalagi Suku Anak Dalam hanya ada di Batanghari,Sarolangun,Tebo dan Merangin,mereka(SAD)laporannya ke BPJS cabang Muara Bungo namun tetap prosedurnya berdasarkan dari pemerintah seperti,Kelapa Desa,Camat lalu ke Bupati,”tegasnya.

 Rudy Direktur NGO Warsi sebagai lembaga pemerhati Suku Anaka Dalam(SD) juga menceritakan secara keseluruhan berdasarkan dari data tahun 2010, Suku Anak Dalam(SAD) atau juga di sebut orang rimba di jambi mencapai 5 ribu Kelapa Keluarga,mereka ada di beberapa Tanam Nasional,soal BPJS kesehatan,pemerintah harus mengakui kepemerintah suku anak dalam (SAD) yang tidak memiliki KTP, KK atau yang lainya,hingga kini SAD belum tersentuh program BPJS Kesehatan,jelasnya.

 Di ruang kerja Peltu Bupati Batanghari,Sinwan mengatakan,Kami tetap membantu namun sesuai dari laporan kantor Kecamatan,kesulitanya hanya Suku Anak Dalam (SAD) selalu berpindah-pindah tempat,itu yang membuat kami bingung untuk mendatanya,tegasnya. Suku Anak Dalam di Sungai Terap yang masih wilayah hukum kabupaten Batanghari,jika mereka sakit petugas kesehatan dari kabupaten Sarolangunlah yang datang,hal ini karena akses jalan yang terdekat dan bisa di lalui hanya melintas dari kabupaten Sarolangun sedangkan dari kabupaten Batanghari terlalu jauh dan sulit di tempuh,kata salah satu petugas NGO yang peduli dengan suku anak dalam INI(SAD).

 Besudut salah satu Suku Anak Dalam (SAD) atau orang rimbo asal dari Taman Nasional Bukti 12 yang kini berkuliah di Universitas Jambi di Kabupaten Batanghari soal kesehatan, “Kami orang rimbo hanya mengunakan obat di dalamlah,kalo sakit parat barulah di bawa ke mantri,masalah jaminan kesehatan seperti BPJS kami tidak tahu dan belum mendapatkannya,ungkap Besudut.(Tim-JT)
Share this video :
 
Support : Creating Website
Copyright © 2014. TV The Jambi Times - All Rights Reserved