Home » » Kisah Nyata Teratai Salju Di Jambi

Kisah Nyata Teratai Salju Di Jambi




 The Jambi Times – Jambi – Kisah nyata ini sebenarnya harus di berikan kepada setiap orang yang memerlukan,kisah seputar kesehatan ini ternyata menjadi mannfaat biarpun tidak di pungut biaya alias gratis, zaman sekarang mana ada berobat gratis 100%.

 Kisah nyata ini terjadi di Jambi,seorang ibu berusia 74 tahun yang hingga kini masih sehat dan bugar karena mengkonsumsi tertai salju. Pertama teratai salju di berikan kepada seorang temannya lalu lama-kelamaan teratai salju tersebut banyak yang berminat,biasanya ketika merasa sakit ibu yang bernama Hj.Rosnani Muhammad ini selalu berobat ke dokter dan itu rutin di lakukanya,setelah mengkonsumsi teratai salju 100% non kimia ini,maka kondisinya sehat.

 Apalagi untuk mengkonsumsinya di buat dengan sendiri,jika anda berminat ingin mencobanya maka jangan ragu dan langsung untuk merasakannya khasiat dari teratai salju.. Inilah sekilas pengalamannya jika anda berminat datang saja dan jangan lupa terlebih dahulu untuk menghubungi Nova Susanti nomor telpon 085266817837 atau 085208505940.

 Alamat:jalan Mpu Gandring Rt 17 No 20 Kelurahan Solok Sipin kecamatan Tenalaipura kota Jambi.

 APA & UNTUK APA TERATAI SALJU (Saussurea involucrate)? Teratai Salju atau dalam bahasa Inggris disebut Sanso Snow Lotus Flower merupakan salah satu tanaman langka yang hanya tumbuh di tempat-tempat tertentu terutama yang berhawa dingin dan sejuk. Tempat-tempat tersebut antara lain di puncak-puncak pegunungan, daerah kutub, Cina, Eropa, dan Amerika Utara. Habitat terbesar tanaman ini adalah di puncak pegunungan Himalaya. Tanaman ini selain sebagai tanaman hias, juga bermanfaat dalam kesehatan sebagai penawar beberapa penyakit. Di Cina, bunga teratai salju telah lama dimanfaatkan sebagai obat tradisional sejak zaman Dinasti Qing dan dikenal dengan sebutan Tian Shan Xue Lian karena mampu tumbuh di udara yang sangat dingin. A. Sejarah dikenalnya Ramuan Teratai Salju Bunga teratai salju ditemukan di bagian utara-selatan pegunungan Tian Shan.

Bunga ini dikembangkan olek biksu Tibet untuk mengobati tekanan darah tinggi dan gangguan darah lainnya, serta berbagai macam penyakit yang berhubungan dengan kehamilan dan menstruasi. Ramuan teratai salju ini dikenal juga dengan sebutan xue liana tau kefir. Kisah penyebaran ramuan teratai salju berawal dari seorang professor asal Polandia yang mengidap penyakit kanker liver.

Sewaktu berada di Tibet ia meminum ramuan tersebut dari seorang biksu selama 18 bulan, dan akhirnya sembuh. Ia tertarik dengan tanaman tersebut sehingga bermaksud membawanya ke negaranya. Biksu itu memperkenankan dengan satu syarat, yaitu tidak untuk diperjualbelikan atau pun meminta imbalan dalam bentuk apa pun dari ramuan tersebut. Dia hanya diperbolehkan untuk berbagi dengan orang lain yang membutuhkan tanpa pamrih apa pun. B.

Manfaat Ramuan Teratai Salju a. Menurunkan kadar kolesterol; b. Mencegah dan membantu penyembuhan penyakit jantung, lever, asam urat, ginjal, wasir/ambeien, vertigo/migrain, paru-paru, diabetes, dan lain-lain; c. Memperbaiki fungsi metabolisme tubuh; d. Memperbaiki fungsi hati, limpa, dan pancreas; e. Membantu menghancurkan batu empedu; f. Menghasilkan antitoksin untuk menetralisir racun-racun dalam tubuh; g. Mengatasi tekanan darah tinggi; h. Meningkatkan fungsi kerja ginjal dan kantong kemih; i. Meningkatkan stamina dan mengurangi stres; j. Membantu penyerapan zat-zat gizi; k. Membantu menghentikan pendarahan; l. Membantu mengatasi gangguan impotensi dan lemah syahwat; m.

 Membantu mengatasi gangguan persendian seperti rematik; n. Memelihara kesehatan saluran usus dari keberadaan zat racun dan bakteri pathogen; o. Menetralisir efek samping dari penggunaan antibiotic, terutama bagi pasien yang sering mengkonsumsi antibiotik; p. Meringankan kondisi gangguan infeksi lambung dan usus atau gastroenteritis akut; q. Meringankan gejala alergi, khususnya terhadap anak-anak; r. Mencegah penularan penyakit yang disebabkan oleh virus; s.

Mencegah penyebaran penyakit kanker; t. Membantu menghilangkan flek-flek di wajah; u. Membantu kesulitan tidur bagi penderita insomnia (susah tidur); v. Memperlambat pembentukan lemak di jaringan tubuh; w. Menghilangkan efek biduran atau gatal-gatal akibat mengkonsumsi alcohol; x. Membantu penyembuhan penyakit pernapasan, demam, dan panas dalam.

Ramuan kuntum teratai salju tidak mengandung bahan kimiawi, melainkan mengandung zat-zat yang dibutuhkan oleh organ tubuh manusia. Fermentasi kuntum teratai salju menjadikan enzim laktase dan bakteri asam laktat aktif menjaga kondisi tubuh kita, memperkuat daya tahan tubuh, sehingga tubuh tetap prima. C. Pembuatan Ramuan Teratai Salju Bahan:

 1 gelas teratai salju, 750 cc air matang (suhu kamar), 250 gram gula aren Alat: Baskom plastik, Saringan plastik, Sendok plastik/kayu, Toples plastik/kaca, botol kaca (Semua peralatan jangan mengandung unsur logam) Cara Membuat: 1. 250 g gula aren dicairkan dengan 750 cc air matang;

 2. Saring air gula aren ke dalam toples;

3. Masukkan bibit teratai salju ke dalam toples yang berisi saringan air gula aren;

 4. Tutup toples tetapi jangan terlalu rapat;
5. Catat tanggan dan jam pembuatan ramuan ini;

 6. Letakkan toples di tempat yang kering dan jauh dari sinar matahari;

7. Pada hari ke-3 (misal dibuat pada hari Sabtu jam 8 pagi, maka dibuka pada hari Selasa jam 8 pagi) buka tutup toples;

 8. Saring air pertama hasil fermentasi teratai salju lalu masukkan ke dalam botol kaca (air ini untuk diminum);

 9. Bilas bibit teratai salju hingga 3 kali, jangan diaduk menggunakan tangan. Air bilasan dapat digunakan untuk penyembuhan/perawatan tubuh bagian luar;

 10. Bibit teratai salju yang telah dibilas disimpan dalam wadah plastik kedap udara dan simpan dalam kulkas (jangan di freezer). D. Dosis dan Anjuran Konsumsi a. Minum 1/3 atau ½ sloki, bila cocok dapat ditingkatkan menjadi 1 sloki; b. Diminum sebelum tidur, untuk penderita sakit mag/lambung minum sesudah makan; c. Minum selama 20 hari berturut-turut lalu berhenti 5-10 hari (untuk mencegah anti imun(kebal) terhadap ramuan ini), kemudian diulangi lagi; d.

 Untuk perawatan bagian luar tubuh, misalnya jerawat, gunakan kapas dan rendam kapas dengan air bilasan dan kompres pada bagian yang ingin disembuhkan selama 15 menit; e. Tidak cocok untuk wanita hamil, namun dapat diminum setelah 3 bulan persalinan; f. Jika kita mengkonsumsi umbi-umbian, maka ramuan boleh diminum 4 jam sesudahnya; g. Untuk penderita jantung koroner dan asma, ramuan harus diencerkan terlebih dahulu; h. Minuman ini dapat dikonsumsi lebih dari sekali sehari; i. Minuman ini menimbulkan efek “panas” pada sebagian orang, oleh karenanya dianjurkan minum banyak air putih.(Tim-JT)
Share this video :
 
Support : Creating Website
Copyright © 2014. TV The Jambi Times - All Rights Reserved