Home » » AJI Kota Jambi,"Tong Kosong Nyaring Bunyinya".

AJI Kota Jambi,"Tong Kosong Nyaring Bunyinya".



 The Jambi Times - Jambi - Kehadiran KPK di Jambi cukup mengebohkan masyarakat kota Jambi pada khususnya,terutama di kalangan pemerintahan provinsi dan pemerintah kota Jambi,gubernur dan walikota sibuk mengatur beberapa mata acara yang di selenggarakan baik itu dari KPK itu sendiri atau dari kepala daerah masing-masing.

Bukan pemerintah saja yang di bikin sibuk namun puluhan wartawan lokal dan nasionalpun ikut sibuk,apa lagi dalam kehadiran KPK ke Jambi,pers tak luput dari perhatianya. 

Di sisi lain,Alinasi Jurnalis Indoensia atau di singkat AJI kota Jambi harus sibuk mengundang beberapa wartawan yang tergabung dari anggota AJI sendiri maupun bukan untuk menghadiri acara undangan KPK di salah satu hotel di kota Jambi. 

Dalam undangan itu,jajaran pemimpin AJI kota Jambi dan anggotanya turut mengundang jurnalis lainya,dari sebagian jurnalis anggota AJI ada yang tidak di undang padahal anggota AJI kota Jambilah yang mengkordinasi ke semua wartawan untuk hadir dalam acara yang di selenggarakan KPK di kota Jambi.Tapi ada yang langsung di berikan undangan resmi melalui email dari humas KPK ke Media Lokal Di jambi.

Hal ini di sampaikan oleh beberapa  anggota AJI itu sendiri yang menceritakan kondisi yang terjadi kepada The Jambi Times namun nara sumber ini enggan di sebut namanya. 

Menurut beberapa sumber lain yang dapat di percaya dari anggota AJI kota Jambi juga mengatakan kepada The Jambi Times beberapa waktu lalu usai acara undangan KPK,AJI Kota Jambi seperti,"Tong Kosong Nyaring Bunyinya",punya kantor  menumpang milik pertamina yang terletak di jalan Slamet Ryadi tidak pernah ada aktifitasanggota,managemen kepemimpinanya juga tidak sesuai aturan main,yang mana pimpinan di bagian keuanganpun sudah tidak di fungsikan lagi dan di lengserkan tanpa prosedur yang propesional.

 Managemen keuangan di AJI kota Jambipun terkesan tidak transfaran,dari beberapa informasi dari orang dalam AJI kota Jambi itu sendiri menceritakan kepada The Jambi Times,laporan pertanggung jawaban keuangan baik itu dari sponsorship tidak jelas ujungnya sedangkan iuran keanggotaanpun tidak berjalan mulus alias tidak ada.

Hasil kegiatannya, dana dari mana tidak jelas dan tidak ada laporannya secara terbuka,harapannya ke depan AJI kota Jambi dengan pemimpin yang baru nanti lebih baik,unghkap bebarapa nara sumber..

Namun kenapa KPK masih percaya kepada Aliansi Jurnalis Indornasia(AJI)khusus,jawabanya karena AJI tidak pernah mengelola atau pengunakan anggaran dari APBN dan APBD jadi di anggapnya bersih tanpa korupsi. 

Namun dalam acara Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) yang pesertanya jurnalis semua dan selesai acara KPK memberikan tanda ucapan terima kasih dan bingkisan kepada jurnalis yaitu baju dengan tulisan "Jurnalis Anti  Korupsi"apakah pemberian itu suatu grafitasi atau bukan...............?

Bagi jurnalis yang mendapatkan baju tersebut suatu kebangaan bahwa dirinya sebagai jurnalis rupanya masih
di pandang khususnya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi apalagi dapat baju gratis.

Dalam baju itu tidak ada tulisan KPK yang memberikannya kata beberpaa sumber yang ikut hadir dalam acara tersebut(Tim-JT)
Share this video :
 
Support : Creating Website
Copyright © 2014. TV The Jambi Times - All Rights Reserved