Home » » LPG Dari Kotoran Ternak

LPG Dari Kotoran Ternak




The Jambi Times - Bungo - Razi warga desa Senamat Ulu kecamatan Bathin 3 Ulu kabupaten Muaro Bungo ,Razi sehari-hari bekerja sebagai petani ,akhirnya dengan sabar dan tekun melakukan ujicoba pekerjaanya yang baru di geluti ini ternyata berhasil menciptakan energy biogas dari kotoran sapi.

 Ide pembuatan biogas dari kotoran ternak sapi ini berawal dari ide dan gagasan keponakanya ketika melakukan studi banding ke Sumatera Barat,di sana kotoran sapi di olah menjadi biogas sebagai penganti alternative LPG. 

Selain itu Razi terinspirasi cukup banyak kotoran ternak sapi di kampong halamannya yang tidak berguna dan berserakan di jalan ataupun di halaman rumah warga. Untuk mengolah kotoran ternak sapi menjadi elpiji,Razi hanya membutuhkan waktu beberapa jam untuk memplementasikan kotoran ternak sapi.

Setelah itu kotoran sapi langsung menjadi biogas,lalu dengan langsung masuk ke dalam peyimpanan siap dan siap di gunakan. Biogas yang di simpan di dalam plastik yang sudah di rancang,di aliri ke dalam rumah dengan mengunakan selang lalu langsung masuk ke dalam kompor gas.

 Selain proses pembuatan yang cukup mudah,keselamatan rumah tangga juga terjaga,dimana biogas ternaka sapi ini tidak pernah terjadi yang namanya kompor meledak.Harga biogas LPG jauh lebih murah di banding dengan gas untuk elpiji.Elpiji ala biogas ternak sapi ini kebutuhan rumah tangga juga lebih hemat. 

Menurut,Razi,Minggu (11/05/2015) di rumahnya mengatakan kepada The Jambi Times”Awalnya pembuatan enegri biogas dari kotoran ternak sapi ini dirinya sempat di ejek oleh warga sekitar,alasanya mana bisa kotoran sapi di jadikan gas untuk LPG,ungkapnya.

 Elpiji di daerah kabupaten Muaro Bungo cukup tinggi,sekitar Rp:29.000,00 kurang lebih untuk elpiji 3 kilo sedangkan di kota Jambi harga elpiji antara Rp:15.000.00 ,jika kita beli di agen atau distributor jika kita beli di toko biasa mencapai sekitar kurang lebih Rp:28.000,00. 

 Di tambahkan Razi pembuatan biogas dari ternak sapi ini di lakukan setahun yang lalu,dengan mengocek dana hampir Rp:1.000.000,- untuk pembuatan bahan penampungan biogas.

 Agar biogas di pergunakan setiap hari,razi membutuhkan 20 kilo kotoran sapi setiap harinya serta meminta kotoran sapi ke tetangga apalabila kekurangan kotoran ternak sapi. Memang belum untuk di perjual belikan hanya untuk keperluan kebutuhan rumah tangga sendiri(Tim-JT).
Share this video :
 
Support : Creating Website
Copyright © 2014. TV The Jambi Times - All Rights Reserved