Home » » PMII Blokir Angkutan Batubara,ASABA Dan Pengusahan Kangkangi Perda -Pergub

PMII Blokir Angkutan Batubara,ASABA Dan Pengusahan Kangkangi Perda -Pergub



The Jambi Times – Jambi – Pengurus kordinator cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indoensia(PMII) di bantu PW Gerakan Pemuda Ansor provinsi Jambi mengelar aksi unjuk rasa di terminal angutan barang di jalan Linkar Timur.

Di depan terminal ,mahasiswa blokir jalan dengan cara menduduki salah satu armada angkutan batubara.

 Aksi ini berlangsung sekitar pukul 10 pagi,Minggu (21/09/2014) namun padaa akhirnya armada batu bara di amankan ke polda Jambi dan di dampingi anggota brimob dan pemuda ansor.

 Unjuk rasa mahasiswa ini untuk menegakan perda tahun 2012 tentang peraturan pengangkutan batubara dan peraturan gubernur jambi nomor 18 tahun 2013 tentang tata cara pengangkutan batubara.

 Sejak di terbitkannya perda dan pergub ini,angkutan batu bara masih saja melanggar aturan perda dan pergub soal angkutan melebihi tonese,hal ini membuat kondisi jalan lintas sarolangun,merangin,muara bungo,muara tebo,batanghari dan muarao jambi rusak.

Jika di biarkan maka akan mengangu penguna jalan seperti sepeda motor dan kendaraan pribadi roda empat. 

Sudah sering terjadi kecelakaan lalu lintas akibat jalan yang di penuhi oleh angkutan batubara yang jumlahnya tidak sedikit. 

Mahasiswa ini mendesak kapolda Jambi Brigjen Pol.Bambang Sudarisman agar menindak tegas mafia pertambangan yang melanggar aturan hukum khususnya dalam sektor batubara. 

Mahasiswa juga mendesak kepada kepala daerah seperti gubernur,walikota dan  bupati untuk menyikapi persoalan proses pengangkutan batubara yang sudah lama meraskan masyarakat. 

Mahasiswa juga menyadari batubara menjadi liding sektor dalam memajukan perindustrian di Jambi dan meningkatkan pendapatan daerah begitu juga di harapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat Jambi.

Dalam orasinya,koordinator lapangan,Sadina Umar menyatakan sikapnya bahwa Asosiasi Angkutan Batubara (ASABA) dan para pengusahan batubara untuk mematuhi dan menjalankan peraturan pemerintah(Perda)nomor 13 tahun 2012 dan peraturan gubernur nomor 18 tahun 2013.Yang selama ini ASABA dan Pengusaha telah melangkar hukum yang berlaku.

 Mahsasiwa juga berharap pihak penegak hukum dan pemerintah agar menindak tegas belasan pos-pos pungkutan liar di stopel pelabuhan Talang Duku kabupaten Muaro jambi yang sengekaja di biarkan oleh polisi dan pemerintah.(Tim-JT)
Share this video :
 
Support : Creating Website
Copyright © 2014. TV The Jambi Times - All Rights Reserved