Home » » Buat Malu Menteri,Bambang Hidayah Tidak Transfaran ke Warga

Buat Malu Menteri,Bambang Hidayah Tidak Transfaran ke Warga



The Jambi Times – Sarolangun – Menteri pekerjaan umum dan perumahan rakyat(PU-Pera),Basuki Hadimuljono bersama rombongan di dampingi gubernur Jambi dan bupati Sarolangun mengelar pertemuan di desa Pemuncak kecamatan Cermin Nan Gedang kabupaten Sarolangun provinsi Jambi (12/11/2014).

 Kedatangan menteri PU-Pera,Basuki Hadimuljono untuk mengelar dialog soal pembebasan lahan dan sekaligus peninjau lokasi yang akan di bangun proyek bendung untuk irigasi.Rencana pembangunan bendung irigasi ini akan di bangun 2015.

 Namum kedatangan menteri,gubernur dan bupati soal pengusuran tidak sesuai harapan,warga menolak rencana pengusuran tersebut karena akan membawa bencana jika di bangun proyek bendungan,bukan itu saja,akibat proyek bendungan daerah ini akan mendapatkan bencana seperti banjir dan juga warga akan terbelah sebab proyek tersebut persis di tengah kampung mereka. Fasilitas seperti masjid,sekolahan dan rumah ikut tergusur,dari catatan warga yang menolak rumah,kebun dan tanah yang akan di gusur berjumlah dua puluh tujuh warga dari nformasi lain bahwa yang menolak hanya empat warga,data inilah yang masih simpang siur sedangkan pemerintah sudah menyapan ganti rugi pengusuran tersebut. 

 Dana sebesar 125 milyar ini dari APBN di alokasikan untuk pembangunan proyek bendungan di daerah ini,dari hasil dialog antara warga dan menteri tidak ada titik temu,menteri PU-Pera memutuskan untuk di beri waktu hingga Desember 2014, akhir tahun masalaah ini sudah harus di selesaikan. Ratusan warga ikut hadir dalam dialog tersebut dan di gelar di kebun warga di bantaran sungai batang asai,dari penolakan warga ini,gubenrur jambi Hasan Basri Agus angkat bicara dalam nadanya bahwa gubenrur Jambi ini sedikit marah kepada warga dan menjelaksan kepada warga bahwa untuk mendapatkan proyek ini bukanlah mudah ,jika tidak mau banyak daerah lain mengambilnya. 

 Untuk itu gubernur berharap agar proyek ini tetap berjalan jika masih menolak juga maka masalah ini kita serahkan kepada menteri ,iya atau tidak proyek tersebut di kerjakan. Sedangkan bupati Sarolangun cek Endra hanya sebagai pembawa acara dalam dialog ini,menteri pekerjaan umum dan perumahan rakyat menjelaskan,” Secara teknis bahwa tidak akan terjadi banjir karena ini bukan bendungan melaikan bendung,jika terjadi pergusuran masjid maka kita akan bangun masjid yang lebih bagus ,sama dengan sekolah nanti akan kita bangun sekolah yang kelasnya lebih banyak lagi”,ungkapnya. 

Alasan warga dalam penolakan dengan dasar pengusuran rumah,kebun,masjid dan sekolah dalam proyek bendungan tersebut tidak mendapatkan untung justru warga dari luar daerah mereka yang menikmatinya. 

Dasar proyek bendung ini untuk perairan sawah seluas kurang lebih 5.000 hektar ini akan menjadi daerah swasemada pangan khususnya beras. 

Namun dalam pembebasan lahan warga pihak balai kepala wilayah sungai sumtara VI dinas pekerjaan umum (PU) provinsi jambi ,Bambang Hidayah tidak serius dan tidak terbuka untuk memberikan pejelasan kepada warga soal proyek bendung sebab beberapa warga mempertanyaan secara teknis soal proyek yang memakan biaya cukup besar ini

Usai Kunjungan kerja,rombongan Menteri Pekerjaan umum dan perumahan rakyat) PU-Pera) mengalami insiden kecelakaan dalam perjalanan ke Jambi tidak ada korban jiwa namun kondisi mobil tersebut rusak di bagian depan setelah tabrakan di daerah Pauh,Sarolangun(Tim-JT)
Share this video :
 
Support : Creating Website
Copyright © 2014. TV The Jambi Times - All Rights Reserved