Home » » Ide Gila Anshori Syahbandar Sabak : Suruh Kapal TB Ponton Berlayar

Ide Gila Anshori Syahbandar Sabak : Suruh Kapal TB Ponton Berlayar



The Jambi Times – Tanjung Jabung Timur – Kasus kapal TB ponton bermuatan minyak CPO sebanyak 3,600 ton yang menabrak jembatan Muara Sabak beberapa waktu lalu terus berlanjut.

Langkah pemeriksaan oleh pihak polres Tanjung Jabung Timur berhenti ketika kasus ini di alihkan oleh syahbandar Tanjung Jabung Timur.

 Versi syahbandar bahwa kasus hukumnya sesuai dengan undang-undang nomor 17 tahun 2008 tentang pelayaran,kejadian ini termasuk kecelakaan pelayaran dan termasuk dalam kategori kapal tabrakan.

Sebenarnya kasus ini ada di ranah syahbandar dan syahbandar mempunyai wewenang dalam penegakan hukum di laut,pihak terkait ini telah membuat beita acara pemeriksaan pendahuluan,dari berita acara ini dapat di lihat dalam rangka penyidikan dan peyelidikan ini terdpat pelanggaran khusus akan di limpahkan ke mahkamah pelayaran sesuai undang-undang pelayaran,jika itu terkait pidana umum maka itu hak kepolosian untuk menindaklanjutinya.

 Kondisi kapal saat ini masih di tangguhkan sesuai undang-undang pelayaran pasal 222. Ketika di tanya soal izin berlayar anak buah kapal(ABK) ini yang jelas bukan kewenangkan pihak syahbandar Tanjung Jabung Timur tapi yang bertangung jawab pihak pelabuhan pemberangkatan syahbandar di Talang Duku,kabupaten Muaro Jambi.

Sedangkan bupati Tanjung Jabung Timur,Zumi Zola Zulkifli menangapi lain dalam masalah ini, jembatan ini termauk aset pemda,jika hasil kajian dari nilai kerusakan dai jembatan tersebut pihak pemkab akan menyerahkan masalah ini di kedua isntansi terkait dalam hal ini adalah syahbandar dan kepolisian.

Dalam wawancara dengan wartawan The Jambi Times,Zumi Zola memperkirakan bahwa perbaikan jembatan tersebut di prediksi bisa mencapai kurang lebih dua puluh tujuh milyar. Mahmulis kepala dinas pekerjaan umum kabupaten Tanjung Jabung Timur di kantornya,Senin(01/11/2014)siang,tingkat kerusakan jembatan Muara Sabak terjadi di pilar tujuh dan pilar delapan. Pilar tujuh itu terdapat sembilan titik pender tiang pengaman yang patah dalam kondisi pirheat posisi bawah mengalami pecah beton.

Dengan itu pihak PU Tanjung Jabung Timur sudah berkoordinasi dengan kasubdit bintek atau direktur bintek di bawah dirjen bina marga akan segera turun ke lokasi ,di rencanakan pada Juma’at(05/12/2014)lusa.

Dari hasil pertemuan dari pihak pemilik kapal dan ponton,Antoni di damping rekanya Robin di ruang kantor bupati,Senin(1/12/2013) meminta kepada bupati agar kapal tersebut dapat berlayar ke dumai namun bupati tidak mengizinkan karena yang behak itu dari syahbandar dan kepolisian,itupun jika ada uang jaminan.

 Menurut Antoni ,”Kami harus bikin surat yang di maksud dan kapal ini akhirnya tidak bisa berlayar dan masih di lokasi yang sama”,tegasnya.

Anshori kepala wilayah syahbandar Tanjung Jabung Timur sempat membisikan kepada seseorang yaitu pihak yang bermasalah di hadapan wartawan untuk minta izin berlayar setelah selesai bongkar baru kapal dan ponton di bawa ke Muara Sabak lagi untuk melanjutkan perkara ini lagi namun usulan gila dari Anshori ini tidak berhasil.(Tim-JT)
Share this video :
 
Support : Creating Website
Copyright © 2014. TV The Jambi Times - All Rights Reserved