Home » » Jembatan Muara Sabak Nyaris Roboh di Tabrak Kapal

Jembatan Muara Sabak Nyaris Roboh di Tabrak Kapal




The Jambi Times – Tanjung Jabung Timur – Jembatan berlapis baja sepanjang kurang lebih tiga ratus meter di perairan Tanjung Jabung Timur(Muara Sabak) Jambi di tabrak kapal bermuatan minyak CPO.Kapal tersebut hendak berangkat dari Jambi dengan tujuan Dumai Pekan Baru.

Jembatan Muara Sabak ini di tabrak kapal Tongkang bermuatan 3.600 ton,pondasi tiang utama di permukaan bawah roboh.Kapal TB yang menabrak jembatan dengan pondasi tiang peyangga utama yang berjumlah lebih dari satu berlapis baja ikut roboh. 

Dari hasil investagasi wartawan The Jambi Times di lokasi kejadian,terlihat tiang peyangga utama roboh sedangkan coran betong tiang tersebut mengalami keretakan yang cukup parah.

Peristiwa ini sempat mengejutkan warga kampung baru,perkampungan yang berdekatan dengan jembatan Muara Sabak ini. Amir,warga Kampung Baru yang melihat kejadian kapal tongkang menabrak jembatan sekitar pukul sepuluh malam beberapa waktu lalu di minggu terkahir bulan (11/2014).

Sementara kapal TB MODA II dan tongkang Sumber Cipta II dengnan bendera Indonesia yang menghantam jembatan Muara Sabak ini kondisinya rusak parah karena bagian jalan aspal sudah retak dan bergeser dua puluh senti. 

Tongkang tersebut bagian samping depan juga ikut rusak dan terbelah,kini kondisi kapal dan tongkang masih berlabuh di perairan Lambur Laut karena dua perwira nahkoda dan kepala kamar mesin(KKM) masih di periksa oleh Syahbandar Muara Sabak. 

Sebelumnya dua perwira ini sudah di mintai keternagan oleh polres Tanjung Jabung Timur dan sempat di tahan sehari namun dari pihak Syahbandar menjemputnya dengan alasan yang berwenang untuk memprosesnya kasus ini adalah Syahbandar.

 Menurut kasat reskrim polres Tanjung Jabung Timur,AKP,Amos Lubis,Iswanto sebagai nahkoda kapal dan Slamet sebagai KKM sudah di periksa namun pihak Syahbandar administrasi pelabuhan(akpel)menjemputnya.

 Kasus ini yang berhak menangani adalah Syahbandar,administrasi pelabuhan(akpel) sesuai kategori Undang-Undang pelayaran nomor 17 tahun 2008. 

Kasat reksrim menambahkan dua pelaku tersebut telah melanggar hukum sesuai pasal 302 undang-undang nomor 17 tahun 2008 ,undang-undang yang sama dengan apa yang di tetapkan oleh Syahbandar.

 Satunya lagi dua perwira tersebut juga di kenakan pasal 193 KUHP tentang kelalaian yang membuat arus lalu lintas baik darat maupun laut mengalami kerusakan. 

Ketika wartawan The Jambi Times turun ke lokasi dan mendatangi kantor Syahbandar administrasi pelabuhan(akpel) untuk meliput dua periwra kapal tersebut,ternyata petugas Syahbandar menghindari wartawan,beberapa nara sumber dari warga sekitar kantor menceritakan,barusan petugas keluar dengan sepeda motornya. 

 Pintu gerbang dan seluruh jendela kantor tetutup rapat dan tidak ada aktiftas dari petugas Syahbandar tersebut Pasca jembatan di tabrak kapal tongkang,puluhan warga Kampung Baru merasa trauma dengnan peristiwa tersebut karena suara tabrakan begitu besar sehingga seluruh rumah warga ikut bergetar.

Pihak terkait melarang kendaraan bermuatan besar untuk melintasi jembatan Muara Sabak,peristiwa jembatan di tabrak kapal tongkang sudah berlangsung empat kali kejadian,peristiwa yang terparah baru kali ini.(Tim-JT)
Share this video :
 
Support : Creating Website
Copyright © 2014. TV The Jambi Times - All Rights Reserved