Home » , » Kampung Desa Air Liki,Tak Semua Warga Nikamti ibukota Merangin

Kampung Desa Air Liki,Tak Semua Warga Nikamti ibukota Merangin

The Jambi Times –Merangin – Seperti yang di tuturkan oleh Suli,salah satu warga tidak mampu asal des Air Liki ini,dirinya belum pernah menikmati kehidupan kota Kangko,ibukotanya kabupaten Merangin provinsi Jambi, alasnaya karena ongkos yang cukup besar membuat dirinya tidak mampu,bayangkan dari desa Air Liki tempat Suli ini jika ke kota Bangko,harus mengunkaan ojek ke pelabuahan Batu Gembung sebesar Rp:25.000,00 dengan jarak tempuh enam kilo meter dan memakan waktu kurang lebih mendekati satu jam,jalanyapun turun naik bukit dengan lebar jalan setengah meter.akses jalan ini satu-satunya di gunakan warga,tidak ada jalan alternatif lain. 

Coba bayangkan,bagi warga desa di sana,melalui jalan ini sudah terbiasa namun bagi warga baru yang hendak ke desa Air Liki mungkin rasa trauma dan takut yang ada sebab jalannya kecil,licih di sepanjang jalan di penuhi dengan jurang.

 Bagaimana dengan Suli warga tidak mampu ini,dari hasil wawancara di depan rumahnya ini,Jum’at(23/01/2015)sore setelah tiba di desa ini,dengan bahasa iba,Suli ini belum pernah ke kota Bangko,selain harus bayar ongkos ojek Rp:30.000,00 hinhha Rp:50.000,00,Suli jug harus bayar ongkos ketek sebesar ,Rp:50,000,00 hingga 100.000,00,setelah naik ojek kembali naik ketek dengan medan yang cukup menantang karena aliran air sungai di sini cukup terjal sehingga harus super hati-hati. Jarak tempuh mengunakan ketek dari pelabuhan Batu Gembung ke desa Ngaul dengan jarak tempuh selama satu setengah jam lamanya. 

Bukan hanya sampi di situ,Suli juga harus kembali mengunakan kendaraan angkot dari desa Ngaul ke kota Bangko selama dua jam lebih,jalan dari desa Ngaul ke simpang desa Sungai Manau tidaklah mulus,kondisi medan di sana sangat rusak,rusaknya jalan akibat alat berat melintas jalan ini sehimngga jalan yang terbuat dari cor betonpun rusak berat.

Kendaraan yang mengunakan doble gardanlah ynag bisa menembus daerah terpencil ini. Ongkos angkot dari desa Ngaul ke kota Bangko sekitar Rp:30.000,00 hingga Rp”50.000,00 lebih dengan mengunakan mobil carry sebagai alat transportasi warga di sana. 

Bagi Suli,warga tidak mampu ini dengan biaya transportasi di perkirakan sekitar Rp:300.000,00 pulang pergi (PP) antara desa Air Liki ke kota Bangko cukup besar sehingga Suli sejak kecil sampai memilik anak belum berkunjung kota Bangko hanya saja mendengar cerita-cerita dari rekan dan para tetangganya di sana.

 Di sisi lain kehidupan masyarakat desa Air Liki ini setiap sorenya,khusus bagi pemuda di sana berolah raga seperti main sepak bola,voly ,dengan cara inilah untuk mereka menghilangkan rasa kejenuhan hidup di suatu tempat yang jauh dari arti keramaian dan hiburan. Penduduk dua desa ini antara desa Air Liki dan desa Air Liki baru di sini satu keturunan yaitu dari minang,pagar ruyung,Sumatera Barat. 

 Dialek minangnya masih kental dengan khas masakan sambal padangnya yang begitu pas di lidah membuat,pengunjung akan rindu dengan desa Air Liki, jika sudah berdiam di sana namun dengan medan yang cukup berat mungkin akan berpikir dua kali,terkecuali yang memilik jiwa bertualang. 

Masyarakat desa Air Liki ini tergolong makmur hanya sebagian kecil saja yang masyarakatnya kurang mampu,setiap rumah warga mengunakan tv kabel satelit seperti jaringan indovision,parabola dan lain-lain.warga di sana memilik sawah,perkebunan karet,kayu manis dan di kelilingi harta karun emas yang masih terpendam di dasar sungai,tebing dan tanah.

 Sawah yang terbentak luas,aliran air yang begitu jernih di setiap sudut sawah sehingga air di sini tidak akan pernah habis walaupun di musim kemarau. kaum hawa di desa Air Liki bagi yang mampu ekonominya,khusunsya ibu-ibu banyak yang mengunakan kalung,gelang,cincin emas. Marahsudin(53) mencerita asal usul desa Air Liki dan sejarahnya, biarpun tidak detail dan tuntas namun sudah mendapat gambaran tentang desa ini.

 Marahsudin adalah mertua Herman yang rumahnya di jadikan sebagai tempat singgah sementara oleh awak media, tidur dan makan di kediamannya semalam,sejak,Jum’at(24/01/2015)sore hingga Sabtu siang kembali Bangko. Sepintas masyarakat di sana sepertinya bersahaja dan bersahabat dan terlihat latah menyapa kepada warga lainya termasuk tamu. 

Di desa ini ada pemakaman tujuh jenazah di makamkan satu liang lahat,menurut Maraahsudin,”Mereka ketika hidupnya telah berjanji akan sehidup semati dengan satu makam jika mereka meninggal dunia,itulah janjinya sehingga keturunanya yang hidup mengikuti amanah yang sudah di berikan,”jelasnya serius. 

Di sisi lain tepatnya di desa Air Liki baru,sekitar setengah jam lebih dari desa Air Liki,terdapat peninggalan ramput dengan panjang kurang lebih tiga meter,rambut ini bagi masyarakta di sana di jadikan ramput keramat.(Tim-JT)
Share this video :
 
Support : Creating Website
Copyright © 2014. TV The Jambi Times - All Rights Reserved