Home » » Tarian Melayu Paling Extrem di Jambi

Tarian Melayu Paling Extrem di Jambi

Feature Budaya 

The Jambi Times – Jambi - Seni tari dan budaya melayu Indonesia oleh negerasi muda kini sudah jarang di minati namun lain halnya seperti di daerah Jambi. Sekumpulan anak muda pecinta seni dan budaya menghidupkan kembali semangat seni tari nenek lelulur. 

Komunitas penerus sejarah seni dan budaya ini menampilkan seni tari melayu Jambi yang terkenal dan sakral yang nyaris punah,seperti tarian piring tujuh yang di peragakan oleh dua penari yang sudah berpengalaman dengan berjalan di atas piring kaca tanpa pecah dan di dampigi penari wanita cantik berjumlah tujuh penari dengan khas kipas di tanganya.

 Kipas yang di gunakan berukuran besar di hiasi aksesoris berwarna ping dengan makna kelembutan dan kasih sayang. Tarian piring tujuh melayu Jambi di iringi musik semi modern namun tetap menampilkan musik tradisional seperti gendang.

 Acara ini untuk mengisi hari jadinya HUT provinsi Jambi ke 58 dengan tema “Keagungan Melayu Jambi ke 4”selai tarian pirin dan tarian piring tujuh ,tarian pisang yang di lakoni hanya dua penari saja yang ikut tampil.Tarian pisnag ini sang dua penari tersebut mengunakan kostum daun pisang dengan wajah bertopeng.

Penampilan tarian pisang ini tidak begitu lama namun tarian ini mengisahkan cerita kehidupan nenek moyang melayu Jambi di masa lalu. 

Ada tarian yanag cukup ekstream menginjak-injak pecahan kaca dan sang penari menusukan senajata tajam ke tubuhnya,tarian ini bernama tarian yang berasal dari daerah kerinci yaitu tarian Marcok yang berarti hubungan komunikasi dengan roh nenek moyang sehingga penari tidak sadarkan diri,tarian sakral selalu untuk memanggil roh nenek moyangnya. 

Dalam acara ini kepala daerah hadir bersama tamu undangan lainya,seperti danrem 042 garuda putih jambi,kapolda Jambi dan tamu yang hadir di wajibkan berpakaian teluk belanggo untuk undnagan laki-laki sedangkan tamu perempuan mengunakan pakaian khas mdn berjilbab melayu Jambi ,tamu pejabat tinggi di Jambi di suguhi minuman berwadah bambu.

 Kepala daerah provinsi jambi juga memberikan penghargaan kepada tiga orang maestro pelaku seni dna budaya ynag sudah berkiprah memberikan pengorbanannya dalam bidnag seni dan budaya Jambi.

Menurut gubenrur Jambi, hasan Basri Agus kepada wartawan The Jambi Times mengatakan,pagelaran seni budaya ini untuk memberikan kepada anak muda agar peduli dengan seni dan budaya melayu Jambi agar terus tetap di jaga dan di lestarikan terus menerus agar nanti tidak hilang dari perkembangan zaman yang semakin modern ini,”ungkapnya. 

Pagelaran keagunan melayu jambi ke 58 ini selenggarakan,selasa malam(06/01/2014) di gedung milik salah satu hotel di jalan Slamet Ryadi (broni) telanaipura jambi.(Tim-JT)
Share this video :
 
Support : Creating Website
Copyright © 2014. TV The Jambi Times - All Rights Reserved