Home » , , , » HBA dan Al Haris Panen Ikan Paling Langka di Dunia

HBA dan Al Haris Panen Ikan Paling Langka di Dunia




The Jambi Times -Merangin - Gubernur Jambi,Hasan Basri Agus (HBA) mengatakan Lubuk larangan merupakan potensi wisata alam Jambi khususnya didaerah yang memiliki sungai yang bersih dan jernih apalagi didukung dengan kondisi alam yang masih asri di sekitar lubuk-lubuk larangan yang ada di Provinsi Jambi. 

 Membuka lubuk larangan di Desa Air Liki Kecamatan Tabir Barat Kabupaten Merangin, Gubernur mesti menempuh perjalanan dua jam menggunakan kendaraan roda empat menempuh jalan yang memiliki jurang dari Ibukota Merangin menuju Desa Ngaol kemudian dilanjut Gubernur bersama Bupati Merangin Al Haris beserta rombongan menempuh perjalanan dua jam lagi menantang derasnya Batang Tabir mengunakan Ketek (Motor air berpenumpang dua orang) untuk sampai di Dusun Batu Gembung Desa Air Liki. Sabtu (24/1). 

Gubernur Jambi kagum dengan adat-istiadat masyarakat desa Air Liki yang sepakat tidak mengambil ikan di lubuk larangan sebelum waktu yang disepakati tokoh masyarakat dan tokoh adat di desa tersebut."Kita sudah dua hari ini berkunjung ke desa Air Liki melihat potensi alam disini dan bisa kita lihat panen Ikan Semah di lubuk larangan, menyenangkan sekali, ikannya besar-besar, airnya jernih, alamnya masih utuh dan asli," kata HBA. 

Berada didaerah dengan aliran air yang deras sangat cocok bagi Lubuk larangan untuk dikembangkan Bupati Merangin menjadi potensi wisata,"Kita juga melihat budaya masyarakat disini saat memanen ikan masih berpegang dengan aturan adat disini, mereka tidak mau mengambil ikan sampai saatnya untuk panen bersama," jelas HBA.(Baca Juga:Wartawan Jalan Kaki Enam Kilo)

 Suasana gembira dengan kegotongroyongan yang diperlihatkan masyarakat Air Liki, dimana para laki-lakinya sibuk menjala ikan, masang Lukah Besar (Perangkap Ikan), membendung ikan keluar dari Lubuk Larangan dengan menggunakan bambu sedangkan perempuan sibuk memasak nasi serta mempersiapkan bumbu masak serta memasak ikan yang berhasil ditangkap duluan untuk dinikmati hasil panen bersama-sama."Menarik sekali, jika ada yang mendapat ikan besar mereka bersorak riang, sampai-sampai pak Bupati Merangin juga ikut menjala ikan, ini sesuatu hal menarik untuk dikembangkan, mungkin rekan-rekan bisa touring untuk melihat potensi-potensi wisata alam di sini," ujarnya.

 Bupati Merangin, Al Haris, mengatakan di Kabupaten Merangin banyak sekali lubuk larangan Ikan Basemah dan ikan barau, ikan yang rasanya enak sekali menjadi ikan langkah di Indoensia namun dapat di komsumsil masyarakat.

Untuk Panen Ikan jenis ini di wajibkan setahu sekali jika di langkar akan di kenakan denda adat.,Narsul kepala desa Air Liki mengatakan kepad The jambi Times,"Jika pemerintah ingin mengelar acara panen ikan maka pemerintah harus membayar adat sebesar RP:10.000.000,00,masyrakat di larang untuk meracuni,mennagkap atau sebagainya,seandaikanya peraturan desa di langgar maka akan di polisikan,itulah keepakatan dari puluhan kepada desda khusus untuk sungai yang sudah di beri nama sebagai sungai lubuk larangan,"ungkap narsul.

"Sebetulnya ada cukup banyak lubuk larangan di Kabupaten Merangin ini, jumlahnya puluhan, lubuk larangan ini oleh perangkat desa di Perdeskan dan bertujuan mengajak warga untuk masuk adat istiadat," jelas Al Haris. 

Lanjut Bupati, Mereka tidak boleh mengambil sebelum waktu panen yang ditentukan dengan kesepakatan bersama, jika ada yang mengambil akan dikenakan denda adat. Keberadaan Panen/event lubuk larangan bisa menjadi event Kabupaten, Menurut Bupati, mengingat banyaknya lubuk larangan di Kabupaten Tali Undang Tambang Teliti,pihaknya akan segera mengatur untuk menjadi lubuk larangan sebagai objek wisata."Di lubuk larangan ikan khasnya ikan semah, ikannya cukup enak sekali dan langka, tapi ada di lubuk larangan, itu sesuai adat istiadat dipanen bersama, ada yang dua tahun sekali dan ada yang tiga tahun sekali, tergantung kesepakatan masyarakat desa," katanya. 

Sementara itu, Kepala Desa Air Liki, Nasrul B mengatakan lubuk larangan disiapkan dan biasanya dibuka oleh pemimpin-pemimpin daerah, seperti hari ini, masyarakat desa menyiapkan lubuk larangan untuk dibuka oleh Gubernur Jambi.

 Kata Kades, jika ada yang mengambil ikan di lubuk larangan sebelum masa panen, akan dikenakan denda berupa satu ekor kambing, beras 10 gantang dan uang Rp500 ribu, denda itu untuk dipergunakan sebagai biaya operasional perbaikan jalan-jalan di desa, "Ini sudah adat istiadat dari nenek-mamak kami dahulu, jika ada yang melanggar kita denda, ikan Semah di sini banyak dan besar-besar, paling besar itu beratnya 15 kilogram, ini kami makan bersama-sama, manennya dalam satu hari ini saja," kata Nasrul. Saat panen lubuk larangan ditandai dengan ngambu jalo (pelemparan jala) ke sungai langsung oleh Bupati Merangin yang terlihat masih piawai sebagai anak yang lahir dan hidup dari desa.(Tim - JT)
Share this video :
 
Support : Creating Website
Copyright © 2014. TV The Jambi Times - All Rights Reserved