Warga Ikut Gafatar,Setahun Menghilang

Warga Ikut Gafatar,Setahun Menghilang




The Jambi Times – Muaro Jambi - Terungkapnya isu penculikan yang di lakukan oleh aliran gafatar yang terjadi di Jogyakarta beberapa waktu,kini menculikanpun kembali terjadi di Jambi. 

Pengakuan orang tuanya bahwa sang anak ikut aliran Gafatar sejak setahun menghilang hingga kini keberadanaya sang anak belum di temukan. Satu orang warga Rukun Tetangga 22 Kelurahan Kasang pudak Kecamatan Kumpe Ulu Kabupaten Muaro Jambi di culik oleh aliran Gafatar. 

Hal ini telah di sampaikan oleh orang tua korban,Sunadi,”Anaknya sejak setahun lalu telah meninggalkan rumahnya”. Dari keterangannya bahwa anaknya yang bernama Mardiah(24) ini setelah tamat sekolah dari Madrasah. Korban berkenalan oleh seorang laki-laki berinisila M,selama dua bulan ,mereka akhirnya menikah. Sejak menikah,tingkah laku Mardiah dratis berubah,biasanya sholat lima waktu ,puasa ramadhan ,kini tidak pernah lagi yang namanya sholat dan puasa bahkan tidak lagi mengunakan jilbab.

 Dari keanehan tersebut,bapaknya bertanya kenapa tidak sholat lima waktu dan puasa ramadhan. Dari penjelasan Mardiah kepada orangtuanya ini adalah perintah dari suaminya untuk tidak melakukan sholat dan puasa ramadhan sesuai ajaran aliran Gafatar(Gerakan fajar nusnatara). 

Akhirnya tanpa sepengetahuan orang tuanya mereka berdua melarikan diri dari rumah orang tua tanpa di pemberitahuan. Dengan kejadian ini,orang tua langsung melaporkan maslaah tersebut ke polres muaro jambi. 

Sunadi orang tua korban sejak mendengar pemberitaan penculikan warga Jogyakarta oleh aliran Gafatar,dirinya baru sadar bawah anaknya itu ikut aliran gafatar yang ternyata sesat. Hingga kini keberadanaya tidak jelas dari beberapa informasi bahwa anaknya di larikan ke provinsi Kalimatan namun entah kalimatan mana belum jelas informasinya. Harapanya kepada sang anak agar cepat kembali ke rumah dan meninggalkan ajaranj sesat tersebut.(Tim-JT)
Copyright © JTV | Distributed by Blogger Templates | Designed by OddThemes